Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Bidang Budidaya Perikanan Tahun 2015

Print Friendly, PDF & Email

Terjadinya anomali cuaca akibat pemanasan global, menyebabkan sektor penangkapan ikan mengalami fluktuasi baik ketersediaan bahan baku maupun harga, hal ini memberikan angina segar bagi perkembangan sektor budidaya yang relative lebih tahan terhadap anomaly cuaca.

Pengembangan sektor budidaya juga menjadi program unggulan Kementrian Kelautan dan Perikanan sejak 10 tahun terakhir, beberapa komoditas unggulan ditekankan untuk dikembangkan melalui penerapan kontrak kerja produksi dengan Kabupaten/Kota yang memiliki potensi budidaya. Diharapkan dengan penerapan kontrak kerja tersebut dapat memicu Kabupaten/Kota agar lebih gigih mengembangkan sektor budidaya sesuai potensi di wilayah masing-masing.

Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan berkomitmen untuk meningkatkan pemanfaatan lahan budidaya serta meningkatkan produksi budidaya komoditas unggulan. Bersinergi dengan aarah kebijakan KKP RI, prinsip pengembangan budidaya oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pamekasan adalah mengacu pada pro job, pro poor dan pro growth.

Berdasarkan ketiga prinsip tersebut maka, Pada tahun 2015 ini Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pamekasan mengarahkan kebijakan pengembangan budidaya perikanan terhadap 3 hal yaitu

1.       Penyediaan infratruktur

Penyediaan infrastruktur ditujukan untuk pengembangan budidaya tambak udang kegiatannya antara lain : penyediaan jalan produksi dan normalisasi saluran tambak.

2.      Peningkatan Kawasan Produksi

Peningkatan kawasan produksi ditujukan untuk optimalisasi potensi lahan  budidaya ikan air tawar yang masih rendah, sekaligus untuk menambah mata pencaharian masyarakat kalangan ekonomi menengah kebawah. Kegiatannya antara lain : bantuan hibah sarana prasarana produksi bagi pembudidaya pemula maupun pembudidaya yang ingin mengembangkan usahanya.

3.      Pemberdayaan pembudidaya ikan

Pemberdayaan pembudidaya ikan ditujukan agar para pembudidaya dapat lebih mandiri dan mapu untuk bersaing menghadapi MEA. Kegiatannya antara lain : Fasilitasi pengurusan Sertifikat Tanah gratis  Bagi pembudidaya ikan, pelatihan CBIB, Workshop Budidaya Lele, Pelatihan budidaya patin, studi banding dll.

Diharapkan dengan tiga kebijakan tersebut dapat meningkatkan produksi budidaya dan meningkatkan pendapatan pembudidaya.

Berbagai kendala selama pelaksanaan kegiatan antara lain kurangnya tenaga teknis yang ahli dalam bidang budidaya terutama budidaya di tambak, kurangnya penyuluh perikanan lapang, lokasi medan yang sulit dan terlalu menyebar, minimnya fasilitas peralatan praktek percontohan budidaya. Dengan segala keterbatasan tersebut Dinas Perikanan dan Kelautan tetap berusaha agar kegiatan yang telah tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran tersebut dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.

DATA POTENSI BUDIDAYA

Potensi budidaya Perikanan di Kabupaten Pamekasan terdiri atas budidaya laut, budidaya tambak dan budidaya ikan air tawar. Dari ketiga jenis budidaya tersebut budidaya tambak dan budidaya air tawar memiliki potensi untuk dikembangkan lebih besar lagi karena lahan yang belum termanfaatkan belum optimal.

Berdasarkan data statistik Dinas Perikanan dan kelautan tahun 2015,  produksi budidaya tambak  pada tahun 2015 tercatat sebesar 523,6 ton dimana 90% adalah komoditas udang vannamei, jumlah pembudidaya budidaya tambak sebanyak 64 orang dengan rincian 18 orang pemilik dan sisanya adalah pekerja tambak.

Lokasi budidaya tambak udang masih terkonsentrasi di dua kecamatan yaitu kecamatan Galis dan kecamatan Larangan. Potensi lahan budidaya tambak masih seluas 590,25 Ha dan yang dimanfaatkan masih seluas 196,75 Ha, dengan kata lain pemanfaatan lahan potensi budidaya tambak masih 35% dari potensi lahan yang tersedia.

Untuk sektor budidaya ikan air tawar, lahan potensial yang dimiliki jika mengacu pada Ruang terbuka Hijau yang telah didata oleh Bappeda kabupaten Pamekasan adalah seluas 7.236 Ha, namun yang dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar baru 2,9 ha. Yang paling menggembirakan adalah animo masyarakat terhadap konsumsi ikan air tawar khususnya lele, setiap tahun permintaan terhadap ikan lele semakin meningkat. Berdasarkan data sample yang diambil oleh dinas perikanan terhadap 362 orang pembudidaya lele di kabupaten pamekasan, rata-rata mereka memasarkan lelenya masih dalam wilayah kabupaten pamekasan, dan itu masih belum terpenuhi 100%.

Melihat potensi ini sejak tahun 2012 Pemerintah Kabupaten Pamekasan mulai menggalakkan budidaya lele, hasilnya pada tahun 2015  peningkatan produksi lele di Kabupaten pamekasan meningkat hinga 85%. Saat ini produksi lele di Kabupaten pamekasan tercatat  715,6 ton naik dibandingkan tahun lalu yang sekitar 601,5 ton. Respon masyarakat terhadap usaha budidaya ikan lele juga meningkat, hal ini terbukti dengan semakin banyaknya pembudidaya-pembudidaya baru yang mulai merintis usaha ini, pada tahun 2015 jumlah pembudidaya lele sebanyak 501 orang , namun 90% dari pembudidaya tersebut masih menerapkan system budidaya tradisional dengan kepadatan antara 150-200 ekor/m2.

MAKSUD DAN TUJUAN

Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Pamekasan mempunyai tugas  membantu Bupati dalam penyelenggaraan kewenangan di bidang perikanan dan kelautan. Sesuai dengan tugasnya tersebut maka Dinas Perikanan dan Kelautan harus melaksanakan kegiatan yang bersifat administrasi maupun teknis di bidang perikanan dan kelautan.

Maksud dari laporan ini adalah untuk memberikan informasi mengenai capaian kegiatan yang telah dilaksanakan Tahun Anggaran 2015

Adapun Tujuan dari disusunnya laporan ini adalah :

  1. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan bidang budidaya perikananTahun Anggaran 2015
  2. Sebagai bahan evaluasi kegiatan
  3. Sebagai bahan pertimbangan penyusunan kegiatan Tahun 2016

PELAKSANAAN KEGIATAN

Berdasarkan Dokumen pelaksanaan Anggaran yang telah ditetapkan, bidang budidaya perikanan melaksanaan  kegiatan dengan uraian sebagai Berikut :

Kegiatan Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar

Latar Belakang :

Sejak Tahun 2010 Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan secara perlahan mulai membidik pengembangan sektor  budidaya air tawar untuk menambah pendapatan keluarga, utamanya  penggunaan kolam terpal sebagai medianya. Usaha budidaya lele  menggunakan  kolam terpal  telah lama dikenal  oleh masyarakat, penggunaan  terpal lebih disukai karena lebih ekonomis dari segi biaya, kontrol pakan lebih mudah dan proses panen ikan lebih praktis.

Banyak pembudidaya yang mengeluhkan hasil panen mereka tidak maksimal sehingga  keuntungan/laba yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan. Kejadian ini akan membuat pembudidaya khususnya pembudidaya pemula patah semangat, sehingga tidak berusaha melanjutkan usaha budidayanya.

Kendala utama dari pembudidaya pemula adalah kurangnya wawasan dan ketrampilan dalam teknik budidaya lele, utamanya dalam memaksimalkan hasil produksinya, sedangkan budidaya lele di kolam terpal akan memberikan hasil yang optimal jika prosedur dan cara budidaya diterapkan secara benar.

Maksud Kegiatan   :

adalah terlaksananya kegiatan sesuai program yang ditentukan.

Tujuan Kegiatan    :

      • Pengembangan kawasan budidaya air tawar
      • Peningkatan produksi budidaya perikanan
      • Meningkatkan wawasan dan keterampilan penerima hibah dalam teknik budidaya lele
      • Mengoptimalkan pemanfaatan bantuan hibah sarana prasarana budidaya lele yang diterima
      • Meningkatkan semangat dan jiwa wirausaha penerima hibah untuk mengembangkan usahanya

  Anggaran Kegiatan : Rp. 515.000.000 (Lima ratus Lima Belas Juta rupiah)

Bentuk Kegiatan    :

      • Restocking perairan umum di desa majungan kecamatan pademawu
      • Pelatihan Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) bagi 75 orang pembudidaya
      • Workshop teknik budidaya lele di kolam terpal bagi 50 orang pembudidaya
      • Studi banding ke PT. Indosco Dwi Jaya sakti Sidoarjo
      • Bantuan sarana prasarana budidaya (Kolam terpal 45 unit, paket pakan, benih dan peralatan budidaya 46 unit). Adapun rincian penerima sebagai berikut :
NO NAMA PENERIMA ALAMAT PENERIMA BARANG YANG DITERIMA
1. Jamaluddin Ds. Terrak

Kec. Tlanakan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
2. Usiyanto Dsn. Kol bukol Kel. Kowel

Kec. Pamekasan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
3. Subari Dsn. Timur Gunung

Ds. Larangan Badung

Kec. Palengaan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
4. Badrus Dsn. Sumber Papan

Ds. Larangan Badung

Kec. Palengaan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
5. Hasnawi Dsn. Sumber papan

Ds. Larangan Badung

Kec. Palengaan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
6. Mahrus Dsn. Gunung Ds. Larangan Badung Kec. Palengaan 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
7. Zainullah Dsn. Badung Ds. Larangan Badung Kec. Palengaan 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
8. Ach. Ansori Hasim Dsn. Glugur 2

Ds. Palengaan Laok

Kec. Palengaan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
9. Sudarsono Ds. Palengaan Daya

Kec. Palengaan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
10. Fatlillah Ds. Kertagena Daya

Kec. Kadur

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
11. M. Mahfudz Ds. Poto’an Daya

Kec. Palengaan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
12. Ach. Fauzan Ds. Galis Kec. Galis 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
13. Ach. Mausul Nasri Dsn. Planggaran Ds. Branta Tinggi Kec. Tlanakan 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
14. Imam Ds. Plakpak Kec. Pegantenan 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
15. Kasam Ds. Plakpak Kec. Pegantenan 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
16. Mohammad Rofii Imron Ds. Plakpak Kec. Pegantenan 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
17. Norhasan Ds. Dempo Barat Kec. Pasean 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
18. Muniryadi Ds. Teja Timur

Kec. Pamekasan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
19. Ach. Kusairi Ds. Blumbungan

Kec. Larangan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
20. Abdul Kasan Ds. Ambender

Kec. Pegantenan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
21. Fajar Ds. Ambender  Kec. Pegantenan 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
22. Mohammad Hasanuddin Dsn. Utara Ds. Pegantenan Kec. Pegantenan 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
23. Musahra Dsn. Sorren Laok

Ds. Sana Daja Kec. Pasean

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
24. Hasan Basri Dsn. Tengah Ds. Badung

Kec. Proppo

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
25. Saliman Dsn. Pregih Ds. Tampojung Pregih Kec. Waru 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
26. Atla Ds. Sana Laok Kec. Waru 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
27. Suhud Sugiono Dsn. Sawah Ds. Bicorong

Kec. Pakong

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
28. Mohammad Sibli Dsn. Daleman Ds. Kadur

Kec. Kadur

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
29. Ahmad Sukirman Kel. Bugih Kec. Pamekasan 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
30. Suprapto Dsn. Atoran  Kel. Lawangan Daya Kec. Pademawu 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
31. Ach. Sihabudin Kel. Patemon Kec. Pamekasan 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
32. Ach. Baihaki M Dsn. Betok Ds. Pademawu timur Kec. Pademawu 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
33. Moh. Fudhali  Ds. Larangan Dalam

Kec. Larangan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
34. Atmari Ds. Rang perang laok

Kec. Proppo

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
35. Sri yuliana murti Dsn. Galis Tengah Ds. Galis Kec. Galis 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
36. Moh. Hesan Srudji Dsn. Sumber Taman

Ds. Grujugan Kec. Larangan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
37. Ismail Ds. Pademawu Timur

Kec. Pademawu

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
38. Kusnadi efendy Ds. Bulay Kec. Galis 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
39. Ach. Subairi Ds. Teja Timur

Kec. Pamekasan

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
40. Moh. fandi Ds. Panempan Kec. Pademawu 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
41. Slamet Riadi Ds. Panglegur Kec. Tlanakan 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
42. Totok Iswanto Ds. Bicorong Kec. Pakong 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
43. Moh Riskon Dsn. Pettedan Ds. Galis

Kec. Galis

2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
44. Jufriadi Dsn. Utara Ds. Pegantenan Kec. pegantenan 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
45. Wiyono Ds. Larangan Badung Kec. Palengaan 2 unit kolam terpal dan 1 paket Pakan Ikan, benih dan peralatan budidaya
46. M. Rofik Ds. Blaban Kec. Batumarmar Pakan ikan, benih dan peralatan budidaya (tanpa kolam)

Bantuan Kolam fiber untuk budidaya intensif sebanyak 3 paket dengan daftar penerima sebagai berikut :

NO NAMA PENERIMA ALAMAT PENERIMA BARANG YANG DITERIMA
01

 

Pokdakan Tunas Harapan Desa Taraban Kecamatan Larangan Kolam fiber 3 unit, Pakan, benih, vitamin dan obat-obatan
02 Pokdakan Sinar Harapan Desa Lemper Kec. Pademawu Kolam fiber 3 unit, Pakan, benih, vitamin dan obat-obatan
03 Pokdakan Mina Sejahtera Desa Galis Kecamatan Galis Kolam fiber 3 unit, Pakan, benih, vitamin dan obat-obatan

Kegiatan Introduksi Budidaya Patin Di Wilayah Agropolitan Dan Penyangganya

Latar Belakang :

Perkembangan budidaya air tawar di kabupaten pamekasan telah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan baik dari produksi budidaya maupun peningkatan jumlah pembudidaya. Minat masyarakat untuk menjadikan usaha budidaya air tawar sebagai mata pencaharian alternatif mulai meningkat dalam 5 tahun terakhir, diimbangi dengan program-program pengembangan buddaya air tawar yang dijalankan oleh pemerintah kabupaten pamekasan khususnya dinas perikanan dan kelautan kabupaten pamekasan menjadikan peluang investasi di bidang usaha budidaya air tawar di kabupaten pamekasan semakin terbuka lebar.

Salah satu komoditas budidaya air tawar yang paling banyak diminati adalah ikan lele. 90% usaha  budidaya pembesaran  ikan air tawar di Kabupaten pamekasan didominasi ikan lele, semakin membaiknya animo masyarakat khususnya masyarakat Madura terhadap ikan lele menyebabkan semakin meningkatnya permintaan terhadap ikan lele konsumsi.

Diversifikasi budidaya ikan air tawar perlu dikembangkan, untuk mengimbangi tinggi permintaan lele. Salah satu jenis ikan air tawar yang cocok dikembangkan di Pamekasan adalah ikan patin,karena mudah dan pemeliharaannya mirip dengan budidaya lele.

Pada tahap awal introduksi budidaya patin di tempatkabn di wilayah agropolitan, karena di wilayah ini jauh dari pesisir sehingga untuk mendapatkan ikan laut cenderung sulit. Diharapkan program introduksi patin di wilayah agropolitan ini juga dapat mendukung peningkatan konsumsi makan ikan khususnya di wilayah non pesisir.

Maksud Kegiatan   :

adalah menambah pendapatan pembudidaya ikan.

Tujuan Kegiatan    :

  • Diversifikasi usaha budidaya ikan air tawar
  • Meningkatkan konsumsi makan ikan di wilayah non pesisir

 Anggaran Kegiatan           :  Rp. 210.000.000,00 (Dua ratus sepuluh Juta Rupiah)

Bentuk Kegiatan    :

      • Pelatihan budidaya patin di kolam terpal
      • Bantuan kolam terpal, pakan dan benih Patin sebanyak 17 paket dengan daftar penerima sebagai berikut :
NO NAMA PENERIMA ALAMAT PENERIMA BARANG YANG DITERIMA
1. Pokdakan Pelangi Ds. Tampojung tenggina  Kec. Waru 1 paket Kolam terpal,  1 paket Pakan, benih dan peralatan panen
2. Fathor Rozak Dsn. Sumber Waru Ds. Pamaroh Kec. Kadur 1 paket Kolam terpal,  1 paket Pakan, benih dan peralatan panen
3. Pokdakan Al-Falah Ds. Lebbek Kec.Pademawu 1 paket Kolam terpal,  1 paket Pakan, benih dan peralatan panen
4. Pokdakan Az-Zahra Ds. Pakong Kec. Pakong 1 paket Kolam terpal,  1 paket Pakan, benih dan peralatan panen
5. Pokdakan Surya Fajar Ds. Kadur Kec. Kadur 1 paket Kolam terpal,  1 paket Pakan, benih dan peralatan panen
6. Pokdakan  sumber hasil Ds. Sukalilah Kec. Kadur 1 paket Kolam terpal,  1 paket Pakan, benih dan peralatan panen
7. Pokdakan Sahara Ds. Larangan Bandung Kec. Palengaan 1 paket Kolam terpal,  1 paket Pakan, benih dan peralatan panen
8. Pokdakan  Sumber Rejeki Ds. Ponjanan Timur Kec. Batumarmar 1 paket Kolam terpal,  1 paket Pakan, benih dan peralatan panen
9. Pokdakan Barokah Ds. Plak-plak Kec. Pegantenan 3 paket Kolam terpal, 3 paket Pakan, benih dan peralatan panen
10. Pokdakan Karya Makmur Dsn. Aeng Penay Ds. Blumbungan Kec. Larangan 1 paket Kolam terpal,  1 paket Pakan, benih dan peralatan panen
11. Pokdakan Murni Jaya Ds.  Bandungan Kec. Pakong 1 paket Kolam terpal,  1 paket Pakan, benih dan peralatan panen
12. Pokdakan Sumber Dsn Tonggak Jati ds. Tlagah Kec. Pegantenan 1 paket Kolam terpal,  1 paket Pakan, benih dan peralatan panen
13. Hasbullah Ma’aruf Ds. Palengaan laok Kec. Palengaan 1 paket Kolam terpal,  1 paket Pakan, benih dan peralatan panen
14. Poktan Harapan warga Ds. Poto’an daya Kec. Palengaan 2 paket Kolam terpal, dan 1 paket pakan, benih , peralatan panen

Kegiatan Sertifikasi Hak Atas Tanah Bagi Pelaku Usaha Perikanan

Kehidupan nelayan sejak tiga tahun terakhir telah menjadi perhatian serius oleh pemerintah, hal ini disebabkan selama ini nelayan kerap kali kesulitan dalam permodalan. Oleh karena itu sejak tahun 2011 Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Dirjen Perikanan Tangkap bekerjassama dengan Badan Pertanahan Nasional menggulirkan program Sertifikasi Hak Atas Tanah Nelayan dan Usaha Penangkapan Ikan Skala Kecil (Sehat Nelayan). Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan permodalan dalam rangka menjamin keberlangsungan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan dan usaha penangkapan ikan skala kecil.

Maksud Kegiatan   :

meningkatkan kehidupan nelayan.

Tujuan Kegiatan     :

  • Memfasilitasi proses sertifikasi tanah nelayan
  • Memberikan keringanan maupun penghapusan pungutan/retribusi terkait dengan pengurusan sertifikasi hak atas tanah nelayan

 Anggaran Kegiatan : Rp. 75.000.000,000 (Tujuh Puluh Lima Juta rupiah)

Bentuk Kegiatan      :

  • Fasilitasi administrasi penerbitan sertifikat dan patok tanah bagi 100 orang nelayan dan 50 orang pembudidaya ikan
  • Sosialisasi

Kegiatan Penyediaan Sarana Transportasi Bagi Pembudidaya Ikan (DAK)

Budidaya pembesaran ikan lele merupakan salah satu komoditas budidaya air tawar yang paling banyak dikembangkan di Kabupaten pamekasan . Sejak Tahun 2010 Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan mulai mengarahkan kebijakannya pada sektor  budidaya air tawar, Hingga tahun 2013 jumlah budidaya di kabupaten pamekasan mencapai 273 pembudidaya, dengan produksi budidaya lele di Kabupaten Pamekasan mencapai 22 ton/bulan.

Area pemasaran hasil budidaya lele sebagian besar masih di wilayah lokal pamekasan,hanya sedikit yang dipasarkan hingga ke kabupaten terdekat. Salah satu kunci keberhasilan pemasaran adalah adanya dukungan sarana pemasaran bergerak, sampai saat ini pemasaran lele dengan sistem keliling dan langsung menyentuh konsumen belum dilakukan hal ini disebabkan besarnya modal yang dibutuhkan untuk pengadaan sarana pemasaran bergerak.  Oleh karena itu perlu adanya bantuan stimulan berupa pengadaan sarana pemasaran bergerak bagi pembudidaya yang sudah berkembang untuk memperluas area pemasarannya.

Maksud Kegiatan    :

Meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan

Tujuan Kegiatan      :

  • Memperluas area pemasaran hasil budaya ikan lele
  • Mendukung program gemar makan ikan
  • Meningkatkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan air tawar

Anggaran kegiatan : Rp. 160.000.000,00 (Seratus Enam Puluh Juta rupiah)

Bentuk Kegiatan      :

  • Bantuan sarana angkut ikan (roda 3) sebanyak 7 unit  dengan daftar pnerima sebagai berikut :
NO NAMA PENERIMA ALAMAT PENERIMA BARANG YANG DITERIMA
1. Pokdakan Bina Lestari Kel. Bugih Kec. Pamekasan 1 unit kendaraan roda 3
2. Pokdakan Sahara Ds. Larangan Badung

Kec. Palengaan

1 unit kendaraan roda 3
3. Pokdakan Pancong Jaya Ds. Warun Timur Kec. Waru 1 unit kendaraan roda 3
4. Pokdakan Mina sejahtera Ds. Galis Kec. Galis 1 unit kendaraan roda 3
5. Pokdakan Al-Falah Ds. Lebbek Kec. Pakong 1 unit kendaraan roda 3
6. Pokdakan Sumber Rejeki Ds. Ponjanan Timur

Kec. Batumarmar

1 unit kendaraan roda 3
7. Pokdakan Titik Tumbuh Ds. Teja Timur Kec. Pamekasan 1 unit kendaraan roda 3

Kegiatan Penyediaan Sarana Demplot Budidaya intensif (DAK)

Perkembangan budidaya air tawar di kabupaten pamekasan telah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan baik dari produksi budidaya maupun peningkatan jumlah pembudidaya. Minat masyarakat untuk menjadikan usaha budidaya air tawar sebagai mata pencaharian alternatif mulai meningkat dalam 5 tahun terakhir, diimbangi dengan program-program pengembangan buddaya air tawar yang dijalankan oleh pemerintah kabupaten pamekasan khususnya dinas perikanan dan kelautan kabupaten pamekasan menjadikan peluang investasi di bidang usaha budidaya air tawar di kabupaten pamekasan semakin terbuka lebar.

Salah satu komoditas budidaya air tawar yang paling banyak dikembangkan adalah ikan lele. Sejak Tahun 2010 Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan mulai mengarahkan kebijakannya pada sektor  budidaya air tawar, khususnya menggunakan kolam terpal untuk menambah pendapatan keluarga. Usaha budidaya  lele  menggunakan  kolam terpal  telah lama dikenal  oleh masyarakat, penggunaan  terpal lebih disukai karena lebih ekonomis dari segi biaya, kontrol pakan lebih mudah dan proses panen ikan lebih praktis. Hingga tahun 2013 jumlah budidaya di kabupaten pamekasan mencapai 273 pembudidaya, dimana 80% media budidaya yang digunakan adalah kolam terpal.

Besarnya demand masyarakat terhadap ikan lele konsumsi tidak sebanding dengan supply yang ada, hal ini dikarenakan metode yang diterapkan oleh pembudidaya ikan masih bersifat sederhana dengan padat tebar antara 150 – 250 ekor/m2. Kekurangan pasokan lele di kabupaten pamekasan diperkirakan masih sekitar 2 ton per bulan, oleh karena itu Dinas Perikanan dan Kelautan mencoba membuat demplot budidaya system intensif, melalui pola yang aplikatif bagi masyarakat.

Maksud Kegiatan    :

Meningkatkan produksi budidaya air tawar

Tujuan Kegiatan      :

  • Mendapatkan formula atau teknik budidaya system intensif yang aplikatif
  • Menyediakan sarana percontohan budidaya intensif bagi masyarakat

Anggaran kegiatan           : Rp. 60.000.000,- (enam Puluh Juta Rupiah)

Bentuk Kegiatan    :

  • Pembangunan kolam system intensif dan instalasinya, gudang pakan, dan peralatan test kit kualitas air bertempat  di BBi Teja Timur Kabupaten Pamekasan

 

Kegiatan Penyediaan Jalan Produksi Di Sentra Budidaya (DAK)

Kabupaten Pamekasan memiliki potensi budidaya air payau/tambak seluas 716,5 Ha, komoditas air payau  yang paling banyak dibudidayakan di Kabupaten Pamekasan adalah Udang Vannamei dengan wilayah budidaya di Desa Montok Kecamatan Larangan dan desa lembung Kecamatan Galis. Pada Tahun 2014 Produksi budidaya air payau untuk udang vannamei mencapai 475,33 ton dengan nilai produksi mencapai Rp. 33,533.170.000,00.

Usaha budidaya air payau khususnya komoditas udang vannamei memerlukan modal usaha yang sangat besar sehingga pada umumnya diusahakan oleh masyarakat kelas ekonomi menengah keatas.

Salah satu kendala dari pengembangan budidaya air payau adalah minimnya infrastruktur yang mendukung peningkatan produksi seperti akses jalan yang tidak kondusif serta saluran inlet outlet yang masih butuh banyak perbaikan, oleh karena itu dibutuhkan perhatian khusus untuk memfasilitasi penyediaan infrasruktur penunjang di sentra budidaya air payau agar produksi budidaya air payau dapat lebih ditingkatkan lagi.

Maksud Kegiatan    :

Memenuhi Kebutuhan Infratruktut penunjang budidaya air payau

Tujuan Kegiatan     :

  • Meningkatkan produksi budidaya air payau
  • Memudahkan akses jalan pengangkutan hasil budidaya
  • Meningkatkan pendapatan pembudidfaya air payau

Bentuk Kegiatan dan Anggaran    :

  • Penyediaan Jalan Produksi di desa lembung sepanjang 572 m dengan anggaran sebesar Rp. 175.000.000,00 (Seratus tujuh Puluh Lima Juta Rupiah)
  • Penyediaan Jalan Produksi di desa Padelegan sepanjang 700 m dengan anggaran sebesar Rp. 175.000.000,00 (Seratus tujuh Puluh Lima Juta Rupiah)
  • Penyediaan Jalan Produksi di desa Dasok-Konang sepanjang 397 m dengan anggaran sebesar Rp. 175.000.000,00 (Seratus tujuh Puluh Lima Juta Rupiah)
  • Penyediaan Jalan Produksi di desa Polagan sepanjang 280 m dengan anggaran sebesar Rp. Rp. 150.000.000,00 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah)
  • Penyediaan Jalan Produksi di desa Majungan sepanjang 712 m dengan anggaran sebesar Rp. Rp. 300.791.000,00 (Tiga ratus Juta tujuh ratus Sembilan Puluh satu Ribu Rupiah)

 

Kegiatan Penyediaan Sarana Penunjang Dan Pengaman BBI (DAK)

BBI Teja Timur merupakan salah satu UPTD milik Pemerintah Kabupaten pamekasan dibawah naungan Dinas Perikanan dan kelautan, memiliki luas 1,2 Ha  berlokasi di desa Teja timur kecamatan pamekasan.  Salah satu pagar sisi sebelah barat BBI telah mengalami kerusakan yang cukup mengkhawatirkan, sehingga perlu direhab. Selain itu beberapa titik fasilitas jalan perlu adanya rehab karena pada saat musim penghujan menjadi becek, hal ini mempengaruhi pada kenyamanan. Oleh karena itu dipandang perlu untuk  melakukan perbaikan pagar, pembangunan jalan dan pembuatan taman di BBI Teja Timur.

Maksud Kegiatan    :

Mewujudkan suasana dan situasi yang kondusif di BBI teja Timur.

Tujuan Kegiatan     :

  • Melaksanakan pembangunan Pagar
  • Melaksanakan pembanguan Jalan
  • Melaksanakan pembangunan Taman
  • Meningkatkan keamanan dan kenyamanan di BBI

Anggaran kegiatan           : Rp. 175.000.000,-

(Seratus tujuh Puluh Lima Juta Rupiah)

Bentuk Kegiatan    :

      • Rehabilitasi Pagar BBI, pembuatan taman dan rabat beton jalan BBI

 

Kegiatan Normalisasi Saluran tambak (DAK)

Usaha budidaya air payau khususnya komoditas udang vannamei memerlukan modal usaha yang sangat besar sehingga pada umumnya diusahakan oleh masyarakat kelas ekonomi menengah keatas, sehingga penyediaan infrastruktur lebih dibutuhkan daripada penguatan modal usaha.

Usaha budidaya udang vannamei terletak di satu hamparan yang saling berdekatan satu dengan lain,sehingga  saluran pengeluaran dan saluran masuknya air digunakan secara bersama-sama, jika saluran ini tidak baik maka akan dapatb mendatangkan penyakit yang dapat mengancam keberlanjutan usaha budidaya

Salah satu kendala dari pengembangan budidaya air payau adalah minimnya infrastruktur yang mendukung peningkatan produksi seperti saluran inlet outlet yang masih butuh banyak perbaikan, oleh karena itu rehabilitasi atau normalisasi saluran tambak sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produksi budidaya udang serta mencegah penyakit yang disebabkan bakteri dan virus.

Maksud Kegiatan    :

Menciptakan saluran pengeluaran dan pemasukan air yang baik di

Sentra budidaya udang vannamei

Tujuan Kegiatan     :

  • Meningkatkan produksi budidaya air payau
  • Mencegah penyakit virus atau bakteri yang dapat mengancam keberlanjutan usaha budidaya
  • Meningkatkan pendapatan pembudidaya air payau

Anggaran kegiatan           : Rp. 348.500.000,00

(Tiga ratus Empat Puluh Delapan Juta Lima ratus Ribu Rupiah)

Bentuk Kegiatan    :

  • Rehabilitasi saluran Tambak Budidaya Udang Vannamei sepanjang 705 m

 

PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH

Kendala selama pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut :

  • Harga Satuan Barang yang beberapa kali mengalami perubahan akibat terjadinya perubahan harga BBM
  • Minimnya tenaga teknis dengan background pendidikan budidaya perikanan yang dimiliki oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten pamekasan
  • Minimnya petugas teknik lapang maupun PPL Perikanan sehingga menyulitkan kegiatan monitoring dan pendampingan terutama pembudidaya pemula
  • Masih terbatasnya pengetahuan dan wawasan pembudidaya khususnya teknik budidaya intensif dan pakan alternatif
  • Medan dan lokasi pelaksanaan kegiatan yang sulit dan terlalu menyebar menyebabkan kesulitan dalam monitoring
  • Adanya kemarau panjang menyebabkan ketersediaan air serta suhu mempengaruhi produksi budidaya terutama ketersediaan benih ikan

Adapun solusi atas permasalahan yang sebagai berikut:

  • Melakukan revisi RAB dan Gambar segera setelah harga satuan barang ditetapkan oleh Pemkab pamekasan
  • Merekrut tenaga tambahan dengan latar pendidikan S1 budidaya
  • Optimalisasi SDM yang ada untuk pelaksanaan kegiatan
  • Mengirimkan pembudidaya ke berbagai pelatihan untuk menningkatkan kualitas SDM
  • Menghimbau kepada pembudidaya untuk menerapkan model resirkulasi air untuk mengatasi kemarau panjang
  • Melakukan pertemuan rutin dalam wadah paguyuban pembudidaya ikan lele untuk mempermudah pendampingan

KESIMPULAN

  • Pada tahun 2015 Fokus pengembangan budidaya diarahkan pada budidaya ikan iar tawar dan budidaya air payau, keduanya mempunyai tujuan untuk meningkatkan produksi budidaya dan meningkatkan pendapatan pembudidaya
  • Pengembangan budidaya air payau diarahkan pada peningkatan infrastruktur seperti jalan produksi dan normalisasi saluran tambak
  • Pengembangan usaha budidaya ikan air tawar diarahkan pada kegiatan perluasan kawasan melalui bantuan sarana prasarana budidaya serta peningkatan SDM pembudidaya

Tinggalkan komentar