Mari Mengenal Teknik Budidaya Lele Tingkat Dasar

Berdasarkan data Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi lele 2017 mencapai 1,8 juta ton atau melesat 131,7% dari pencapaian tahun sebelumnya. Angka itu di atas target KKP 1,3 juta ton. Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan produksi lele nasional berada dalam tren kenaikan selama 6 tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan 38% per tahun.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya
TahunProduksi (Ton)
2012441.217
2013543.774
2014679.379
2015719.619
2016764.797
20171.771.867

Akhir-akhir ini, kebutuhan ikan lele meningkat, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan permintaan akan ikan lele tersebut. Kebutuhan tersebut akan terus meningkat dengan meningkatnya permintaan akan ikan lele ukuran konsumsi. Seperti yang diketahui ikan lele sering dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari masyarakat Indonesia, terutama sebagai lauk bersama nasi. Ikan lele sangat digemari oleh masyarakat, karena banyak mengandung protein sebagai pelengkap asupan gizi yang baik. Komposisi gizi ikan lele meliputi kandungan protein (17,7 %), lemak (4,8 %), mineral (1,2 %), dan air (76 %) (Astawan, 2008).

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menggambarkan bahwa tren permintaan ikan konsumsi terus mengalami peningkatan, bahkan FAO mencatat pertumbuhan kebutuhan ikan dunia melebihi pertumbuhan populasi penduduk dunia. Oleh karenanya, ini menjadi peluang untuk mendorong peningkatan produksi lele nasional. Oleh karena itu untuk mencapai peluang itu, para pengusaha  harus mulai memahami pentingnya teknik budidaya ikan yang baik dan benar.

Cara budidaya ikan lele merupakan salah satu cara yang sangat penting di masa sekarang. Budidaya ikan lele saat ini sudah banyak sekali yang menggunakan metode terbaru dengan baik dan benar.  Budidaya lele merupakan kegiatan pemeliharaan pembesaran ikan lele dari yang berukuran kecil (benih) sampai ukuran konsumsi.

Apa saja keuntungan dalam melakukan budidaya lele?

  1. Dараt dibudidayakan dilahan dan sumber air уаng terbatas dеngа padat tebar tinggi
  2. Teknologi budidaya relatif mudah dikuasai оlеh masyarakat
  3. Pemasarannya relative mudah
  4. Modal usaha dibutuhkan relatif rendah

Berdasarkan keuntungan tersebut, budidaya ikan lele tetap menjadi primadona dalam budidaya ikan air tawar. Ternak lele banyak dilakukan mulai dari kolam tanah, kolam terpal, kolam semen, kolam fiberglass, sedangkan teknologi budidaya juga berkembang pesat dari skala tradisional, semi intensif, intensif hingga sistem bioflok (DJPB, 2013).

Budidaya ikan lele adalah salah satu peluang bisnis menguntungkan yang dapat Anda manfaatkan. Tapi, bagaimana dengan pemula? Apakah bisa?.

Cari tahu jawabannya dalam infoPerikanan berikut ini.

Artikel ini akan menuntun anda untuk memulai budidaya ikan lele. Saya membagi 11 langkah ini menjadi 3 bagian

  1. Persiapan Media Air
  2. Penebaran Benih
  3. Masa Budidaya

1. Persiapan Media Air

-Persiapkan Kolam Lele

Hal pertama sebelum memulai bisnis budidaya atau ternak lele adalah menyediakan kolam. Kolam ini dapat berbentuk tanah, terpal maupun semen. Pastikan kolam yang Anda buat memiliki ukuran yang besar sehingga mengurangi risiko ikan lele mati karena kekurangan oksigen.

Sebelum melakukan pengisian kolam, pastikan air yang diisi diberi cukup jarak sehingga ikan lele tidak kepanasan. Persiapan kolam yang dilakukan yaitu pertama mengisi kolam dengan air setinggi maks. 30 cm.  Jika yang Anda gunakan adalah kolam dari bahan sintetis seperti terpal, serat atau semen pastikan Anda bersihkan terlebih dahulu menggunakan sabun setelah itu oles media kolam dengan irisan daun pepaya dan singkong agar bau dari media kolam hilang dan biarkan selama 2 hari.

Setelah proses pengisian kolam, Anda juga harus menunggu 5-7 hari. Setelah itu kolam dikuras kembalidan digosok sampai tidak berlendir. Biarkan mengering selama 2 hari. Lalu kolam diisi air setinggi 30 cm dan tambahkan antiseptic untuk kolam ikan sebanyak 1 botol dan biarkan selama 24 jam.

-Penambahan Plankton

Sebelum menebar benih lele ke dalam kolam karena Anda harus menunggu proses pembentukan lumut dan fitoplankton yang dapat menetralkan air kolam agar tidak mudah keruh. Penumbuh plankton ditambahkan sebanyak 1 tutup botol dan biarkan selama 5 hari. Jika plankton sudah tumbuhyang ditandai warna air kehijau – hijauan, tambahkan air sampai mencapai 70 cm.

2. Penebaran Benih

-Pilihlah Benih Unggul

Dalam pemilihan benih pun Anda tidak boleh asal. Anda harus memilih benih lele unggul yang lebih sulit terserang penyakit, sehat, dan lebih besar. Benih ikan lele yang unggul akan lebih gesit dan agresif saat pemberian makan, ukuran lele terlihat sama serta warna sedikit lebih terang.

-Pisahkan Lele Ukuran Besar & Kecil

Ikan lele merupakan jenis ikan kanibal atau suka memakan sesama jenis. Jadi untuk menghindari risiko kematian pada ikan lele, Anda dapat memisahkan ikan lele yang berukuran besar dengan ikan lele yang berukuran kecil. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir jika ikan lele saling memakan satu sama lain.

-Perhatikan Proses Penebaran Benih

Selain memilih benih ikan lele, sebelum benih ditebar harus dilakukan proses aklimatisasi yang mengacu SNI (01-6484.2-2000). Cara aklimatisasi ini dilakukan dengan menenggelamkan sekaligus wadah/kantong plastik dengan keadaan miring secara hati-hati, perlahan dan bertahap selama 15 menit hingga 30 menit. Tujuan aklimatisasi ini adalah untuk memberi kesempatan benih ikan beradaptasi dengan lingkungan air kolam sedini mungkin lalu biarkan benih keluar dengan sendirinya dari wadah secara bertahap ke kolam budidaya. Kolam untuk benih juga dibuat terpisah. Kolam benih biasanya lebih dangkal daripada kolam ikan lele dewasa. hal ini bertujuan agar benih dapat dengan mudah menjangkau pakan dan pernafasan. Dalam penebaran benih, akan lebih baik jika Anda lakukan di pagi atau sore hari karena waktu tersebut ikan lele cenderung lebih tenang.

-Puasakan benih

Puasakan benih ikan lele selama 24 jam atau hingga benih lele terlihat lincah/sehat. Hal ini dilakukan untuk adaptasi lingkungan baru serta mengosongkan lambung, selama puasa tersebut benih ikan lele akan memakan plankton.

3. Masa Budidaya

-Penyortiran

Tujuan penyortiran : mencapai produksi maksimal, mencegah kanibalisme, mengontrol perkembangan bobot ikan, menjaga agar perolehan pakan seimbang dan meyeragamkan ukuran lele.

Waktu Penyortiran

  1. Tahap I      : pada saat lele berumur 15-20 hari
  2. Tahap II     : pada saat lele berumur 30-35 hari
  3. Tahap III    : pada saat lele berumur 60-65 hari

Idealnya proses penyortiran dilakukan pada pagi hari. Sebelum penyortiran, ikan tidak boleh diberi pakan untuk meghindari stress yang menyebabkan ikan muntah.

Prosedur Penyortiran

  • Buang sebagian air kolam, kemudian ikan dijaring dan dimasukkan ke bak sortir
  • Ikan yang di bak sortir dipindahkan ke kolam yang berbeda
  • Sementara ikan yang lolos dari bak sortir dikembalikan ke kolam pemeliharaan yang semula untuk dipelihara kembali hingga sesuai ukuran yang diharapkan
  • Setelah penyortiran selesai, pemberian pakan dilakukan minimal 8 jam kemudian.

Atur Kualitas Kolam

Warna air kolam yang baik bagi ikan lele adalah hijau karena lele dapat bertahan hidup di air berlumpur.  Warna hijau berarti banyak lumut di sekitar kolam. Air pada kolam ikan lele akan berubah menjadi merah ketika sudah dewasa dan siap panen. Meski ikan lele tidak suka hidup di air jernih, Anda juga tidak boleh memasukkan sembarang air ke dalam kolam karena Anda tidak akan tahu, apakah air tersebut mengandung bakteri atau parasit yang bisa menyebabkan penyakit pada ikan lele.

Perhatikan Kedalaman Kolam

Air pada kolam akan berkurang karena proses penguapan sehingga Anda harus rutin menambahkan air kolam ke posisi normal. Tingkat kolam lele di bulan pertama adalah 20 cm, bulan kedua 40 cm, dan bulan ketiga 80 cm. Usahakan air kolam lele Anda tidak terlalu dangkal karena hanya akan membuat kondisi air dan membuat lele menjadi panas sehingga menyebabkan kematian pada lele.

Anda juga bisa menambahkan tanaman air seperti eceng gondok atau talas ke dalam kolam. Dengan begitu, kolam akan menjadi teduh dan dapat menyerap racun dalam kolam.

Perhatikan Pakan Lele

Cara Pemberian pakan benih awal (umur 3-7 hari) yaitu pakan benih direndam terlebih dahulu di dalam air. Setelah sedikit mengembang baru diberikan kepada ikan (mencegah kembung). Dalam pemberian pakan harus menggunakan takaran yang tepat dan tidak berlebihan. Takaran pemberian pakan berkisar antara 3-5% berat tubuhnya/hari,. Jika setelah 10 menit pakan diberikan namun masih terlihat ada pakan yang berada di permukaan, maka harus segera diambil agar tidak mengendap dan menjadi racun.

Berdasarkan kandungan proteinnya pakan dibagi menjadi tiga kelompok :

  1. Pakan awal atau pakan benih (protein tinggi 38 – 40 %)
  2. Pakan masa pertumbuhan (protein sedang 30 – 33 %)
  3. Pakan akhir masa pertumbuhan (protein rendah < 30%)

Anjuran Pakan Ikan Lele Berdasarkan Umurnya Tersaji Dalam Tabel 2 Berikut :

Tabel 2. Dosis pakan dengan asumsi benih 1000 ekor

Masa BudidayaJenis PakanJumlah Pakan
Pagi
Jumlah Pakan Sore
Hari ke-1 (tebar benih)Tidak diberi pakanTidak diberi pakan
Hari ke-2Tidak diberi pakan Tidak diberi pakan
Hari ke-3- 5Pakan Benih75 gr75 gr
Hari ke-6 – 7Pakan Benih150 gr150 gr
Hari ke-8 – 9Pakan Benih200 gr200 gr
Hari ke-10 – 30Pakan Ikan300 gr – 400 gr300 gr – 400 gr
Hari ke-31 – 60Pakan Ikan600 gr – 900 gr600 gr – 900 gr
Hari ke-61 – 75Pakan Ikan Akhir900 gr – 1000 gr900 gr – 1000 gr

Catatan : 150 gr = ½ gelas air mineral kemasan, perhitungan diatas tergantung kondisi ikan

Pagi = 07.00 – 09.00

Sore = 16.00 – 18.00

Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan

Tips Tambahan

Pencegahan Hama & Penyakit

Cara Penanganan Penyakit

  1. Kuras separuh air kolam, Tambahkan larutan garam dapur (garam 3-4 genggam) lalu larutkan dalam air
  2. Isi kembali air kolam maks. 30 cm
  3. Tambahkan beberapa lembar daun pepaya yang sudah diremas ke dalam air kolam
  4. Perlakuan pada pakan : tumbuk kunyit sebesar ibu jari, lalu diperas. Tambahkan 1 L air, kemudian dicampur dengan 1 kg pellet/pakan. Berikan pada ikan selama sakit

Tips Pencegahan Penyakit Pada Ikan

  1. Amati perubahan tingkah laku ikan (nafsu menurun, bergerombol, kurang lincah, menggantung)
  2. Segera pisahkan jika terdapat lele yang terluka
  3. Segera ambil sisa pakan jika dalam 10 menit pemberian pakan terdapat sisa pakan pada permukaan
  4. Lengkapi kolam dengan saluran pembuangan yang baik

Proses Panen

Ikan lele biasanya sudah dapat dipanen setelah 3 bulan semenjak benih lele disebar. Proses panen ikan lele dapat dapat dilakukan dengan menyortir ikan yang layak dikonsumsi atau telah memiliki ukuran 4-7 ekor per kilogram atau sesuai dengan keinginan pembeli.

Pasca Produksi

Sebelum Anda menebar benih baru, ada baiknya untuk membersihkan kolam untuk mengurangi kotoran atau sisa makanan ikan lele sebelumnya. Dengan membersihkan kolam, Anda juga dapat mengetahui apakah masih ada ikan lele yang tertinggal karena jika masih ada ikan di dalam kolam dan Anda telah menebar benih baru, maka benih lele baru akan habis di makan ikan lele yang siap panen tersebut.

Pemasaran dan Promosi Ikan Lele

Anda dapat menjual dengan harga per kilogram ke warung-warung makanan. Jika kualitas lele Anda sudah baik, Anda akan menjadi pemasok ikan lele terhadap warung-warung makan tersebut. Anda juga dapat mempromosikan hasil budaya ikan lele kepada keluarga, saudara, tetangga dan teman Anda. Gunakan juga digital marketing agar usaha Anda semakin berkembang.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan sebelum memulai dan saat menjalankan bisnis budidaya ikan lele. Dengan melakukan semua tips di atas dan ketersediaan sumber daya yang cukup, bisnis ikan lele Anda akan lebih mudah berkembang dan membuat omzet bisnis Anda meningkat. Selain melakukan tips di atas, Anda juga tidak boleh melupakan untuk mencatat seluruh keuangan bisnis, mulai dari modal, biaya yang dikeluarkan serta penjualan

budidaya lele

Sumber : Astawan, M. 2008. Sehat Dengan Hidangan Hewani. Penerbit Swadaya : Depok.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB). 2015. Data Produksi Perikanan Budidaya Air Tawar. Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

https://gdmorganic.com/panduan-budidaya-ikan-lele/

Tanya dan Jawab

Tanya: Adakah pakan tambahan yang bisa digunakan kalau mengandalkan pelet biaya pengeluaran tidak sesuai dengan hasilnya

Jawab:

Dalam budidaya ikan lele harus memperhatikan kualitas dan kuantitas pakan yang akan diberikan pada ikan. Pemberian pakan harus tepat dalam menentukan jumlah pakan, ukuran pakan, jenis pakan, dan waktu pemberian pakan. Pemberian pakan tidak boleh berlebihan, karena akan mengakibatkan sisa pakan akan menjadi bahan beracun dan akan merusak kulitas air serta akan mengakibatkan pemborosan dalam penggunaan pakan. Pakan pelet bisa juga dilakukan fermentasi atau diberikan probiotik.

NOBERAT BADAN  (GRAM / EKOR)PANJANG (CM)KONSUMSI PAKAN / HARI
13 – 4,53 – 57 %
24,5 – 7,55 – 76 %
37,5 – 12,57 – 95 %
412,5 – 16,59 – 114 %
516 – 2512 – 154 %
625 – 6615 – 203 %
766 – 10020 – 253 – 2 %
8100 – 12025 – 302 %
Tabel Pemberian pakan pada lele

Beberapa pakan tambahan atau alternatif pada budidaya ikan lele

  1. Magot
  2. Azzola
  3. Ikan Rucah
  4. Keong Mas
  5. Tepung ikan
  6. Membuat pelet secara mandiri dengan tetap memperhatikan kualitas. ( misal tepung ikan, tepung kedelai, tepung jagung, dedak halus, tepung tapioca, tepung ikan, minyak ikan,mineral dll.)

Tanya: Bagaimana tindak lanjut jika air sudah menjadi RWS, misal berapa bulan sekali air itu ditambah/ dikurangi

Jawab:

RWS (Red Water System) adalah salah satu cara dalam melakukan budidaya ikan dengan memanfaatkan bakteri yang menguntungkan yaitu Lactobacillus dan saccharomyces. Harapannya dengan menngunan RWS ini akan menghemat dalam penggunaan air. Idealnya pada dengan system ini padat tebar yang digunakan adalah 300 – 500 m3. Pemberian pakan pelet sebaiknya difermentasi terlebih dahulu. Didasar kolam sebaiknya diberikan arang untuk menyerap sisa kotoran. Pergantian air dilakukan apabila :

  1. Nafsu makan ikan turun
  2. Ikan mulai menggantung
  3. Air bau
  4. Kualitas air turun (pH, DO dll.)

Pergantian air dapat dilakukan pada pagi atau sore hari sebanyak 30 – 50%. Setelah itu sebaiknya ikan dipuasakan terlebih dahulu selama 1 hari atau 1 – 2 kali pemberian pakan

18 thoughts on “Mari Mengenal Teknik Budidaya Lele Tingkat Dasar”

  1. Terimakasih banyak…
    Informasinya sangat membantu sekali untuk saya pembudidaya pemula
    Semoga bermanfaat juga untuk yang lainnya

    Reply
    • saya mengalami problem di pembesaran bibi dari size 1/2 masuk ke 2/3 sampai 4/5 di usia 3 minggu dari penetasan sampai 4 minggu. ikan terus bergelantungan sampai kematian di dasar kolam dengan jumlah banyak. media yang di gunakan Kolam tepal. air dari air sungai yang sudah di endapkan kan satu samppai 2 hari kemudian di filter sebelum di masukan ke dalam kolam. tapi bibit tetap aja berjamur dan mati setiap hari, sehingga air harus setiap hari di ganti dan ikan yang mati harus di pisah dari yang masih hidup. kondisinya jika malam ikan keliatan makan lahap dan lincah. setelah keesokan hari sampai soreh kematian tetap juga berjalan. mohon arahan yang harus dilakukan. hampir semua petani lele di daerah saya mengalami hal yang sama setela tebar bibit ukuran 4/5 di kolam tanah usia 3 minggu ke atas mulai di serang jamur sehingga mengalami kematian sampai 70%. dan itu sangat meresakan petani lele di daerah saya.

      Reply
      • Untuk menjawab pertanyaan pak Hady dengan tuntas kami memerlukan informasi tambahan seperti kondisi air dan lain sebagainya, baiknya pak Hady bisa berkunjung ke kantor untuk berdiskusi dengan tim kami. Terima kasih

        Reply
  2. Saya memiliki kolam kapasitas 10.000. Apabila di hari pertama datang bibit dari 1 penjual 6000 ekor. Kemudian besoknya datang bibit 4000 ekor dari penjual yang berbeda, tetapi ukuran relatif sama. apabila bibit pertama dan kedua saya campur, apakah akan jadi masalah? Seperti jadi berantem/kanibal

    Reply
    • Sebaiknya penebaran benih lele ke dalam satu kolam budidaya dilakukan secara bersamaan, agar proses penebaran benih, perlakuan benih, kondisi benih lele sama. Sehingga proses penstabilannyapun kemungkinan besar bersamaan. Resiko penebaran benih dilakukan diwaktu yang berbeda adalah :
      1. Dalam satu kolam terdapat dua jenis dan umur lele yg berbeda.
      2. Lele yang ditebar lebih awal akan stabil terlebih dahulu, sehingga apabila dlm satu kolam ditebar benih baru, maka akan terdapat benih yg masih stress, proses penstabilan, stabil, hal tersebut akan mengakibatkan benih lele yg sudah stabil akan menyerang benih yg masih stress, apabila terdapat luka pada benih, dihawatirkan akan timbul penyakit pada benih, yg pada ahirnya akan mengakibatkan kematian.
      Sebaiknya penebaran dilakukan secara bersamaan (pagi, sore atau malam hari), ukuran benih seragam, benih berkualitas baik, padat tebar yg optimum.

      Reply
  3. Terima kasih atas semua informasi yang telah di berikan, semoga bermanfaat untuk semua yg mengikuti proses pembelajaran tentang budikdamber ini

    Reply

Leave a Reply