Praktek Percontohan Budidaya Lele Kolam Buis Beton

Print Friendly, PDF & Email

Dinas Perikanan Pamekasan melakukan kegiatan percontohan budidaya lele di kolam buis beton, Praktek percontohan tersebut dilatar belakangi hasil evaluasi data budidaya yang dilakukan bidang pemberdayaan pembudidayaan ikan tahun 2016.

Dari data budidaya diketahui bahwa kebutuhan lele konsumsi di Pamekasan masih belum mencukupi (Demand>supply), para pengepul masih banyak yang mendatangkan lele konsumsi dari jawa, dan pada beberapa momen tertentu seperti pada saat Maulid Nabi dan bulan Ramadhan kebutuhan lele konsumsi meningkat pesat, sedangkan pemanfaatan lahan pekarangan untuk usaha perikanan masih rendah.

Pada umumnya masyarakat Madura memiliki lahan pekarangan yang luas, terutama di daerah perdesaan, namun yang menggunakan lahan pekarangannya untuk usaha perikanan tidak sampai 10%. Hal ini menjadi peluang bagi rumah tangga keluarga untuk menambah pendapatan melalui usaha budidaya lele di lahan pekarangannya
Kolam Buis beton dipilih karena barangnya mudah didapat, awet dan lebih murah jika dibandingkan dengan kolam fiber. Saat ini penggunaan media kolam bundar sedang menjadi trend di kalangan pembudidaya ikan khususnya pembudidaya lele karena kolam silinder/bundar memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan kolam kotak. Masa budidaya lele di kolam bundar lebih pendek dan produksinya meningkat, hal ini karena kolam bundar tidak memiliki “dead area”(sudut mati) sehingga sirkulasi air terjangkau keseluruh sudut secara merata, kadar oksigen kolam merata dari berbagai sisi.

Kegiatan percontohan budidaya lele di kolam buis beton dilaksanakan di 2 tempat yang berbeda yaitu Pokdakan Zahara Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan dan Pokdakan Mina Sejahtera Desa Galis Kecamatan Galis. Kedua pokdakan tersebut diberikan bahan praktek percontohan seperti 3 buah Buis beton diameter 100cm tinggi 80cm, benih ikan dan pakan ikan.

 

Bimbingan dan pendampingan secara intensif selalu dilakukan selama masa praktek budidaya, pencatatan dilakukan secara tertib, terutama untuk mendapatkan nilai FCR yang valid. Tujuannya adalah agar bisa didapatkan Analisa usaha budidaya lele di kolam buis beton yang memang benar-benar aplikatif dan menguntungkan secara ekonomi.
Budidaya lele di kolam buis beton ini lebih hemat air, karena system pengeluaran menggunakan “central drain” agar pengeluaran kotoran lebih praktis, tidak perlu dikuras banyak cukup dibuka pipa bak control luar selama ±3 detik setelah itu bisa ditutup kembali. proses panen juga lebih mudah karena kolamnya kecil tidak tinggi sehingga cocok dijual eceran.

Hasil dari praktek percontohan menyimpulkan bahwa budidaya lele bisa dilakukan dengan media buis beton, teknik budidayanya lebih praktis, hasilnya juga maksimal jika dilakukan dengan teknik manajemen pakan yang benar.

Dengan hanya menggunakan modal 3 unit kolam buis beton, benih lele 500 ekor, dan pakan ±60kg dapat dihasilkan pendapatan bersih sekitar Rp.400.000/siklus panen. Besarnya pendapatan bersih yang didapat itu akan sangat membantu ibu-ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan tambahan pendapatan, ditengah kondisi saat ini kebutuhan bahan pokok dan tarif listrik yang semakin tinggi.

Semoga menginspirasi ibu-ibu di rumah (sph.311212)

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.