Temu Lapang Budidaya Cacing Sutera

Temu Lapang Budidaya Cacing Sutera

Print Friendly, PDF & Email

Setelah beberapa bulan yang lalu sukses menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Cacing Sutera di BBI Teja Timur, Dinas Perikanan Kab. Pamekasan pada hari Rabu, 4 Juli 2018 melanjutkan kegiatan budidaya casut (cacing sutera) dalam kelas temu lapang, bertempat di Pokdakan Istana Sumber Rejeki, Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar.

Pada kesempatan yang dihadiri oleh kurang lebih 20 pembudidaya tersebut, nara sumber yang merupakan praktisi cacing sutera Maskumambang kota Kediri menekankan pada praktek cara panen. Panen yang baik, sepanjang pengalamannya menentukan hasil panen pada masa-masa berikutnya. Menurutnya, cara panen terdiri dari dua, yaitu panen kering dan basah.

Panen kering menghasilkan cacing segar, bersih dan bebas dari sisa-sisa media budidaya seperti lumpur dan pakan. Kelebihan metode ini, cacing bisa langsung diberikan kepada bibit lele.

Panen basah dilakukan dengan cara memanen cacing hampir secara keseluruhan, tapi banyak pakan dan lumpur yang ikut terbawa. Cacing tidak bisa langsung diberikan kepada bibit ikan. Oleh karena itu, metode panen basah ini memerlukan perlakuan dahulu sebelum dapat diberikan kepada benih ikan, yaitu dengan cara meletakkan di wadah dan diberi penutup atasnya agar tidak terkena cahaya. Diamkan sekitar 15-30 menit, maka cacing akan memisahkan diri dari lumpur ataupun sisa pakan. Cara panen basah bagus bagi pertumbuhan benih cacing. Hasil budidaya berikutnya di kolam akan menghasilkan cacing yang ukurannya relatif seragam dan bahkan panen bisa dilakukan lebih cepat.

Udin menyarankan agar panen dilakukan dengan mengkombinasikan kedua metode diatas. Apabila pembenih membutuhkan pakan benih segera, sementara cacing di kolam masih sedikit bisa dilakukan panen kering. Diambil sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan bila cacing terlihat banyak dan merata tersebar di kolam budidaya, sebaiknya dilakukan panen basah.

Dengan langsung mempraktekkan dua metode panen di kolam milik bapak Ahmad Nawawi ini, peserta optimis kedepan usaha pembenihan yang selama ini terkendala pakan alami, berupa cacing sutera untuk benih bisa segera teratasi. Mereka yakin, sukses budidaya cacing sutera dapat mengantarkannya kepada keberhasilan usaha pembenihan yang mereka tekuni.

Keberhasilan budidaya cacing sutera di Pamekasan,  diyakini Udin, sang master casut tidak terlepas dari  semangat pembudidaya dan interaksi yang terjalin intensif melalui whatapps group casut. Bimbingan dan pendampingan, konsultasi, serta diskusi dalam tempo hampir 24 jam senantiasa terbuka diberikan. Praktisi cacing sutera ini mengharap silaturrahmi yang terjalin serta perkembangan budidaya cacing suterake depan terus berlanjut sebagai media belajar bersama.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.